AKTIVITAS ENZIM UREASE PDF

Kimia bioanorganik adalah suatu bidang yang meneliti peran logam dalam biologi. Bioanorganik kimia meliputi studi baik dari fenomena alam seperti perilaku metaloprotein serta logam buatan yang diperkenalkan, termasuk mereka yang non-esensial, dalam bidang kedokteran dan toksikologi. Banyak proses biologis seperti respirasi bergantung pada molekul yang berada di dalam ranah kimia anorganik. Disiplin ini juga mencakup studi mengenai model anorganik atau mimics yang meniru perilaku metalloprotein. Sebagai gabungan dari biokimia dan kimia anorganik , kimia bioanorganik penting dalam menjelaskan dampak dari transfer elektron protein , pengikatan substrat dan aktivasi, transfer kimia atom dan gugus serta sifat logam dalam kimia biologi. Paul Ehrlich menggunakan organoarsenik "arsenikal" untuk pengobatan sifilis , memperlihatkan keterkaitan logam, atau setidaknya metaloid, untuk obat-obatan, yang berkembang dengan penemuan Rosenberg tentang aktivitas antikanker dari cisplatin cis-PtCl 2 NH 3 2.

Author:Tataur Tojasho
Country:Oman
Language:English (Spanish)
Genre:Medical
Published (Last):23 May 2011
Pages:450
PDF File Size:7.12 Mb
ePub File Size:2.56 Mb
ISBN:896-3-27937-948-8
Downloads:77319
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Samujas



Lazarus, Edwin J. Doctor thesis, Universitas Brawijaya. Suplementasi urea sebagai sumber nitrogen dan isi batang pohon gewang Corypha utan Lamk. Permasalahannya adalah, cepatnya hidrolisis urea dalam rumen yang mengakibatkan inefisiensi dalam pemanfaatannya; oleh karena itu diperlukan upaya sinkronisasi dengan putak melalui autoclave sehingga melambatkan pencapaian puncak pelepasan amonia dan akhirnya meningkatkan efisiensi pemanfaatannya oleh mikroba rumen dan salah satu metode yang dapat diaplikasikan adalah pemanasan dalam autoclave dengan suhu, tekanan dan waktu tertentu untuk menghasilkan produk urea lepas lambat.

Tujuan penelitian ini adalah 1. Hasil penelitian diharapkan bermanfaat bagi 1. Pengembangan Ilmu pengetahuan dan seni Ipteks , yaitu melalui penelitian ini terjadi penyebaran informasi yang telah dikaji secara ilmiah untuk mengefektifkan dan mengefisienkan penggunaan urea dalam ransum dengan membuatnya dalam suatu produk lepas lambat melalui autoclave dengan tepung putak untuk menstimulus produktivitas sapi Bali, 2.

Penelitian dibagi atas dua sub penelitian. Penelitian kesatu mengkaji tentang produk urea lepas lambat ULL dari tepung putak, pati putak dan tapioka. Karakteristik kimia dan fisik diamati berupa kandungan bahan kering, nitrogen, pati, amilosa dan amilopektin, analisis gugus fungsi yang terjadi menggunakan FTIR. Pengujian pelepasan amonia dilakukan dalam media inkubasi berbeda. Evaluasi produksi gas secara in vitro dari produk urea lepas lambat dilakukan dengan mengukur variabel produksi gas, kecernaan bahan kering dan bahan organik.

Penelitian kedua dilakukan untuk mengevaluasi metabolisme nitrogen N sapi Bali yang mendapat konsentrat sebagai suplemen yang mengandung produk urea lepas lambat. Konsentrat terdiri dari tepung ikan, bungkil kelapa sawit, bungkil kelapa, dedak padi dan jagung giling. Imbangan rumput raja sebagai pakan basal dengan konsentrat adalah Hasil penelitian kesatu menunjukkan kandungan protein kasar tepung putak lebih tinggi dibanding pati putak dan tapioka sementara kandungan Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen BETN pati putak dan tapioka lebih tinggi dibanding tepung putak.

Kandungan pati dari pati putak dan tapioka lebih tinggi dibanding tepung putak; demikian pula dengan kandungan amilosa sementara amilopektin tidak berbeda diantara ketiga bahan ini. Pengamatan fisik produk urea lepas lambat menunjukkan tekstur produk berbasis tepung putak pada semua level urea lebih remah dan mudah hancur dibanding produk berbasis pati putak dan tapioka. Tingkat kepadatan, keras dan kenyal lebih tinggi pada produk pati putak dan tapioka dan makin tinggi dengan meningkatnya level urea.

Kandungan amilosa dan amilopektin produk ULL dari ketiga bahan menurun dibanding bahan asalnya. Kandungan N produk ULL pada ketiga bahan lebih tinggi dibanding bahan asalnya dan meningkat sesuai 11 dengan level urea yang digunakan.

Kehilangan bahan kering produk ULL berbasis tepung putak dan pati putak lebih tinggi dengan meningkatnya level urea dibanding produk berbasis tapioka. Produk TP6 dapat mengimbangi waktu pelepasan amonianya dengan PP6 dan TT6 sehingga lebih baik untuk aplikasi dalam suplemen pakan bagi sapi Bali. Nilai potensi produksi gas meningkat sejalan dengan meningkatnya level urea. Nilai produksi gas 48 jam meningkat sesuai meningkatnya level urea yang digunakan dalam produk ULL pada setiap produk tersebut.

Nilai pH pada masa inkubasi 48 jam berkisar 6,,71 masih berada dalam kisaran normal untuk aktivitas mikroba rumen. Kecernaan bahan kering produk TP dan PP makin meningkat dengan meningkatnya level urea sedangkan dalam produk berbasis TT tidak berbeda. Kecernaan bahan organik pada semua produk makin meningkat dengan meningkatnya level urea dalam produk. Sapi Bali pada perlakuan ini juga menunjukkan konsumsi N lebih tinggi, ekskresi N dalam feses rendah dan produksi protein mikroba tinggi.

Hasil metabolit darah menggambarkan ternak dalam kondisi sehat. N yang didaur ulang ke rumen sedikit jumlahnya yang menggambarkan efisiennya pemanfaatan N oleh mikroba rumen dengan penggunaan purea dalam pakan sapi Bali. Kesimpulan penelitian adalah 1. Saran yang diajukan dalam penelitian ini adalah 1. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengevaluasi lebih komprehensip produk urea lepas lambat berbasis tepung putak terhadap struktur fisikokimia karena prospeknya sebagai suplemen pakan dan mengupayakan pematenan produk tersebut.

Penelitian dapat dilakukan menggunakan berbagai media pemasakan untuk mendapatkan hasil terbaik seperti penggunaan autoclave, microwave, oven biasa atau pemasakan secara tradisional menggunakan pemanas kompor. Tanaman gewang sebagai tanaman lokal yang tumbuh di pulau Timor dan sebagian wilayah NTT berpotensi digunakan sebagai sumber energi bagi ternak, perlu dilestarikan melalui upaya rekayasa pemanfaatan serta budidayanya.

Supplementation of urea as a source of nitrogen and the contents of gewang tree trunks Corypha utan Lamk. The problem is, the rapid urea hydrolysis in the rumen resulting in inefficiency in its utilization; therefore, it is necessary to synchronize with a putak through autoclave to slow the achievement of the peak of ammonia release and ultimately increase the efficiency of its utilization by rumen microbes. One of the applied methods which use was heating in autoclave with temperature, pressure and time to produce urea product off slowly.

The aim of this study is 1. The results of the study are expected to be useful for 1. Development of science and art Science , which is through this research occurs the dissemination of information that has been studied scientifically to streamline and streamline the use of urea in ration by making it in a product that slowly through autoclave with putak flour to stimulate the productivity of Bali cattle 2.

Farmers in using of slow release urea as result of autoclave as a component of feed concentrate to improve the productivity of Bali cattle and 3. Government, in order to utilize the study of these slow-release urea products in making policies regarding the effective and efficient use of feed and potential for the future. The study was divided into two sub-studies. The first study examines the slow release urea product SRU from putak powder, putak starch and tapioca.

Chemical and physical characteristics were observed in the form of dry matter, nitrogen, starch, amylose and amylopectin content, functional group analysis occurring using FTIR.

SRU 14 products derived from autoclaving of putak powders TP and urea are termed "purea" from said putak and urea. The test of ammonia release was performed in different incubation media.

Evaluation of in vitro gas production from slow release urea products is done by measuring the variables of gas production, dry matter and organic matter digestibility.

A second study was undertaken to evaluate the metabolism of nitrogen N Bali cattle that were concentrated as supplements containing products of slow release urea. Concentrates consist of fish meal, palm oil cake, coconut meal, rice bran and milled corn. The ratio of king grass as a basal feed with concentrate is The results of the first study showed that crude protein content of putak powder was higher than the starch of putak and tapioca while the content of Nitrogen Free Extract NFE from putak starch and tapioca was higher than powder of putak.

The starch content of putak starch and tapioca is higher than putak powder; as well as the amylose content while amylopectin does not differ between these three ingredients. Physical observation of slow release urea products showed the texture of the putak powder-based products at all levels of urea crumbs and more easily crumbled than putak starch and tapioca based products. Density, hardness and elasticity are higher in putak starch and tapioca products and are higher with increasing urea levels.

The amylose and amylopectin content of SRU products from the three ingredients decreased compared to the original material. The N content of the SRU product on the three materials is higher than the original material and increases according to the level of urea used. The loss of dry matter from SRU based on putak powder and putak starch is higher with the higher urea level than tapioca-based products.

TP6 The TP6 product can offset its ammonia release time with PP6 and TT6 making it better for application in a 15 dietary supplement for Bali cattle. The hour gas production value increases as urea levels are used in the SRU product on each product. The pH value at the hour incubation period ranging from 6. Dry matter digestibility of TP and PP products is increasing with increasing urea level whereas in TT based product is not different. The digestibility of organic matter in all products increases with increasing urea level in the product.

Bali cattle in this treatment also showed higher N consumption, low N excretion in feces and high protein microbial production. The results of blood metabolites describe the livestock in healthy condition. N which is recycled to a small amount of rumen that illustrates the efficient utilization of N by rumen microbes with the use of purea in Bali cattle feed.

The conclusions of the study were 1. Suggestions proposed in this study are 1. Further research is needed to evaluate more comprehensively the slow release urea product based of putak flour on the physicochemical structure due to its prospects as a dietary supplement and to 16 seek the patenting of the product. Research can be done using various cooking media to get the best results such as the use of autoclave, microwave, ordinary oven or cooking traditionally using a stove heater.

Gewang as a local plant that grows on the island of Timor and some areas of NTT have the potential to be used as a source of energy for livestock, need to be conserved through the use of engineering efforts and cultivation. Indonesian Abstract Suplementasi urea sebagai sumber nitrogen dan isi batang pohon gewang Corypha utan Lamk. English Abstract Supplementation of urea as a source of nitrogen and the contents of gewang tree trunks Corypha utan Lamk.

Nur Cholis. Text BAB I. Text BAB V.

ALTO SAXOPHONE ALTISSIMO CHART PDF

Kimia bioanorganik

Embed Size px x x x x Enzim UreaseCharliandri S. Tujuan Praktikum Enzim merupakan katalisator yang bekerja spesifik pada suatu reaksi tertentu. Berdasarkan jenis reaksi yang dikatalisisnya, bermacam-macam enzim digolongkan menjadi beberapa kelompok. Praktikum kali ini bertujuan untuk menunjukkan contoh beberapa enzim dengan reaksi yang dikatalisisnya, serta bagaimana reaksi tersebut dapat dideteksi. Dasar Teori Enzim urease merupakan enzim yang menguraikan urea menjadi ammonia dan karbondioksida.

CATALOGUE INDUSTRIE LEROY SOMER 2005 PDF

We apologize for the inconvenience...

.

Related Articles